Saya Lebih Banyak Bertafakur

20 Sep 2018
Setelah pensiun dari jabatannya di institusi Polri yang sudah puluhan tahun diembannya kini Irjen Pol (Purn)  Dr. Untung S. Radjab, lebih banyak menghabiskan waktu untuk kegiatan keagaaman. “Saya tidak punya kegiatan politik­ maupun lainnya, bagi saya se­karang ini adalah saat yang tepat untuk beribadah, meningkatkan amalan kepada Allah,” kata mantan Kapolda Metro Jaya tersebut membuka percakapan. 

Pengabdiannya selama puluhan untuk negara menurutnya sudah cukup. Sederet jabatan dari yang paling bawah sampai tertinggi lengkap dengan prestasi sudah pernah diraihnya. Namun sepanjang perjalanan itu pula ia merasa banyak melakukan kesalahan atau kekhilafan. “Karena itu saya harus bertobat, bertafakur memohon ampunan kepada Allah,” katanya ketika diwawancarai BSC akhir Mei lalu. Untung yang sejak dulu rajin menyelenggrakan pengajian serta sema’an Alquran itu memang dikenal sosok agamis. Dengan penguasaan ilmu agamanya yang cukup mumpuni membuat ia mudah diterima masyarakat di mana ia bertugas.     

SEBARKAN INFORMASI
 

Namun dalam perjalanan hidupnya, Untung yang jago beladiri tersebut pernah terkena cobaan cukup berat yakni ketika dia divonis sakit Trigeminal Neuralgia. Sakit itu muncul pertama kali ketika ia masih bertugas di Bareskrim Mabes Polri. Kalau sudah kambuh dia merasakan wajahnya seperti disayat-sayat bahkan kepalanya terasa seperti dibor. Sudah tak terhitung berapa dokter sampai pengobatan alternatif yang sudah dia coba namun belum ada yang berhasil menyembuhkan. Bahkan konon dia sampai pernah diobati seorang terapis dari daratan Tibet tersebut. “Sepanjang 2,5 tahun saya mengalami penderitaan luar biasa,” kata Untung yang sempat berobat ke Singapura. Setelah bersusah payah mencari kesembuhan titik terang itu mulai datang. 

Suatu ketika dia mendapat informasi jika di Surabaya ada dokter yang bisa melakukan operasi untuk menyembuhkan sakitnya. Tanpa pikir panjang, Untung yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Selatan itu segera mencari tahu kepada sang dokter. “Dan Alhamdulillah setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, kemudian dilakukan operasi yang berjalan dua jam lamanya sakit itu sirna,” kata bapak tiga orang anak tersebut dengan rasa bahagia. 

Sejak sembuh tersebut, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan ia berusaha menyebarkan informasi itu kepada siapa saja, termasuk kepada media. “Jenis sakit saya ini memang aneh, jarang orang tahu, makanya saya perlu menyampaikan kepada masyarakat luas biar mendapatkan penanganan yang tepat,” kata Untung yang tahun lalu mengundang BSC untuk mengadakan gathering di Jakarta. Tak hanya itu tapi sekaligus ia bersedia­ menjadi penasehat Brain & Spine Community (BSC) sebuah komunitas yang mewadahi para penderita sakit yang ada di lingkup bedah saraf. “Karena lembaga ini adalah lembaga sosial yang bertujuan memberikan edukasi kesehatan kepada msayarakat, jadi saya dengan senang hati mendukungnya,” ujar suami Ida Radjab tersebut.
Share Profile
make appoinment